Jl. Dr. Djunjunan (Ters. Pasteur) No. 167 Telp. (022) 6020409, 6017486 Fax. (022) 6020560

Profile of UNAS PASIM

Profil Universitas Nasional PASIM Bandung

Jl. Dr. Djundjunan (Ters. Pasteur) No. 167 Bandung

Scholarship Programs

Scholarship Programs in PASIM National University

Education Staff

Education Staff of PASIM National University

MARKETING Team

Marketing of UNAS PASIM

Pada tanggal 22 Oktober 2011 yang bertepatan dengan hari sabtu telah diadakan workshop tentang Visual Studio LightSwitch 2011 di Unas PASIM Bandung yang terletak di jalan Pasteur. Workshop tersebut terselenggara berkat kerjasama antara MUGI Bandung dengan MUGI Kampus Unas PASIM Bandung yang berlangsung dari pukul 10.00 sampai dengan 17.00 WIB. Peserta pada umumnya ditujukan untuk mahasiswa PASIM namun dibuka juga untuk umum beberapa orang dimana total yang mengikuti workshop ini yaitu 25 orang dan dilaksanakan di lab komputer PASIM.
Workhsop dibuka oleh rektor Unas PASIM (Prof.Dr.H.Mohammad Baharun, SH, MA). Acara ini merupakan workshop atau training LightSwitch yang pertama di bandung dan kedua di Indonesia (acara resmi pertama kali diselenggarakan di Microsoft Indonesia)





Materi workshop meliputi pembahasan tentang topik-topik berikut ini :
  • Pengenalan Visual Studio LightSwitch 2011.
  • Pembuatan table di LightSwitch
  • Penggunaan business data type
  • Pembuatan Screen
  • Formatting Data
  • Business Validation Rule
  • Pembuatan master-detail screen
  • Penggunaan computed property
  • Penggunaan lookup list dengan Window Modal Picker
  • Modifikasi Screen Navigation
  • Deployment.
Saya ucapkan terima kasih kepada panitia dari Unas PASIM yang telah menyelenggarakan acara ini dengan lancar. Berikut ini foto-foto dokumentasi acara tersebut :




Sejarah Berdirinya Universitas Nasional PASIM

YAPASIM berdiri pada tanggal 11 Juni 1996 dengan akta notaris No 41 didepan notaris Dr Wiratni Ahmadi SH. Pendirian YAPASIM ini ditujukan untuk menjadi lembaga pengelola pendidikan tinggi. Oleh karena itu, setelah YAPASIM berdiri tidak berapa lama sesudah itu pendiri mengajukan ijin kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi yang diberi nama STIE PASIM.
Dan pada akhirnya permohonan tersebut dikabulkan oleh Menteri pendidikan dan kebudayaan pada tanggal 4 Desember 1996 dengan dikeluarkannya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.80/D/0/1996 tentang ijin STIE PASIM yang terdiri dari dua jurusan yaitu jurusan manajemen dan jurusan akuntansi.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi informasi, di Indonesia khususnya banyak berdiri sekolah tinggi bidang informatika dan komputer. Untuk merespon perkembangan teknologi informasi tersebut serta memenuhi kebutuhan masyarakat, YAPASIM mengajukan ijin kepada menteri pendidikan nasional untuk mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer yang diberi nama STMIK PASIM. Berdasarkan pada SK Menteri Pendidikan Nasional RI No 164/D/0/2000 tanggal 23 Agustus 2000 secara resmi berdirilah STMIK PASIM, sehingga dibawah pengelolaan YAPASIM ada dua sekolah tinggi yaitu STIE PASIM dan STMIK PASIM.
Tidak hanya berhenti sampai disitu, setelah beberapa tahun kemudian pendiri YAPASIM sangat berkeinginan untuk mendirikan universitas, namun pada saat itu ijin untuk mendirikan universitas baru tidak dikeluarkan lagi oleh Departemen Pendidikan Nasional. Namun hal ini tidak menghalangi keinginan pendiri YAPASIM untuk mengelola universitas, tepatnya pada tanggal 25 September 2006 pengelola Yayasan Pendidikan Kader Keuangan dan Perbankan yang mengelola Universitas Nasional Bandung menyerahkan pengelolaan Universitas Nasional Bandung kepada pendiri YAPASIM. Penyerahan tersebut dituangkan dalam akta notaris No 25 tanggal 25 September 2006 didepan Notaris R. Sabar Partakoesoema, SH.MH.
Setelah berada dibawah pengelolaan YAPASIM, Universitas Nasional Bandung diajukan perubahan namanya kepada Menteri Pendidikan Nasional RI menjadi Universitas Nasional Pasim (Pengembangan Sistem Informasi Manajemen). Pengajuan perubahan nama tersebut disetujui oleh Menteri Pendidikan Nasional RI dengan dikeluarkannya SK Menteri Pendidikan Nasional RI No 172/D/0/2007 pada tanggal 6 September 2007 dibawah Yayasan Pendidikan Kader Keuangan Perbankan.


Merger dilakukan dikarenakan pada tahun sebelumnya UNB (YPKKP) memiliki defisit mahasiswa yang cukup besar. seluruh mahasiswa UNB yang terbagi kedalam 5 fakultas tidak mencapai 150 orang. Dalam keadaan tersebut pemilik yayasan (YPKKP) menjual salah satu gedung milik UNB kepada Infomedia. keadaan ini makin memperuncing konflik antara mahasiswa UNB dan pemilik yayasan, dengan dijualnya aset tersebut ada kemungkinan aset-aset lain akan dijual jika mahasiswa UNB kembali berkurang pada tahun berikutnya.
Wancana menjual UNB pun Bergulir, beberapa tawaran semisal, dari UK (Uniersitas Kebangsaan) untuk menjual fakultas ekonomi yang dimiliki UNB ditolak karena yayasan ingin menjual seluruh fakultas yang dimilikinya. Pada perkembangan selanjutnya, UNB akhirnya dibeli oleh Yapasim. seluruh mahasiswa ex-UNB diberikan opsi untuk ikut bergabung dengan management baru atau keluar selamanya dari UNB (atau Universitas Nasional Pasim).
Dengan pembelian ini Yapasim diuntungkan dengan memiliki hak menggunakan nama Universitas Nasional YPKKP dan mengganti nama STIE dan STMIK yang dimilikinya menjadi Universitas Nasional Pasim (UNAS PASIM). STIE PASIM dan STMIK PASIM dipindahkan ke Kota Sukabumi, karena lokasi tersebut ditempati menjadi lokasi Universitas Nasional Pasim.

Arti Lambang 
Universitas Nasional PASIM




  • Warna dasar Putih melambangkan kemurnian, sedangkan warna merah maroon melambangkan motivasi dan inovasi yang terarah serta progresif.
  • Bentuk Piramida menandakan ketinggian teknologi yang berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan Universitas Nasional Pasim berbasiskan teknologi disesuaikan dengan kebutuhan/tuntutan jaman.
  • Lambang Piramida yang terdiri dari 2 bagian secara vertikal menandakan dua gabungan disiplin ilmu yaitu ilmu Manajemen dan Sistem Informasi.
Lambang Piramida yang terbagi atas 3 bagian secara horizontal menunjukkan tahapan dengan pola yang sistematis dan terstruktur dalam meraih tujuan di bidang pengembangan keilmuan. Berkembangnya keilmuan tersebut dilandasi dengan dasar yang kokoh yang dicerminkan dengan bentuk bagian bawah piramida yang lebih lebar dibandingkan bagian atasnya.




7 Jurusan yang Lulusannya Bergaji Besar


 JAKARTA, KOMPAS.com — Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013 sudah memasuki masa pendaftaran. Para siswa sekolah menengah atas (SMA) yang kini sedang bingung dengan jurusan apa yang tepat bagi mereka sehingga mampu menjamin masa depannya.

Ina Liem, penulis buku bertajuk Tujuh Jurusan Bergaji Besar, mengatakan bahwa ada tujuh jurusan yang dapat dijadikan pilihan oleh anak-anak yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi. Tujuh jurusan ini diyakini mampu menunjang masa depan yang cerah karena bisa menuai penghasilan besar bagi lulusannya.

"Semua pekerjaan memang bisa mendapat gaji besar jika dirintis dengan benar. Tapi, untuk fresh graduate yang ingin mendapat gaji besar, tujuh jurusan ini bisa mewujudkannya," kata Ina saat World Education Expo Indonesia (WEEI) 2013 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Lantas, apakah tujuh jurusan itu?

1. Matematika
Wanita yang juga menjabat sebagai In-Country Manager La Trobe University ini memaparkan bahwa jurusan pertama yang mampu menghasilkan gaji besar adalah jurusan Matematika. Jangan salah, masuk ke jurusan Matematika justru membuka peluang untuk dapat bergabung dengan perusahaan besar kelas internasional.

"Biasanya kan lulusan Matematika disebutnya hanya bisa jadi guru. Enggak seperti itu juga. Justru lulusan Matematika ini berpotensi menjadi pakar analisa untuk perusahaan besar," ujar Ina.

2. Teknik Informatika
Jurusan kedua yang mampu menghasilkan uang banyak saat ini adalah jurusan Teknik Informatika atau lebih akrab disebut Information Technology (IT). Hal ini masuk akal melihat teknologi yang kian maju dan kebutuhan perusahaan akan ahli teknologi untuk memajukan bisnis yang dikelolanya.

3. Teknik Kimia
Jurusan ketiga yang mendongkrak masa depan seseorang adalah jurusan Teknik Kimia. Tentu tidak ada yang menyangka bahwa jurusan Teknik Kimia termasuk yang berpotensi bergaji besar. Pasalnya, jurusan ini justru tidak populer jika dibandingkan dengan jurusan Psikologi, Hukum, dan Kedokteran.

"Memang terlihatnya tidak populer. Tapi sekali lagi jangan salah, Teknik Kimia ini juga banyak dilirik. Contoh pasta gigi, sabun, atau cat tembok yang digunakan itu semua ada campur tangan lulusan Teknik Kimia," jelas Ina.

4. Manajemen
5. Geologi
6. Teknik Pertambangan
7. Teknik Perminyakan


Secara berturut-turut empat jurusan ini memang selalu disebut-sebut mampu menghasilkan uang berlimpah bagi para lulusannya. Apalagi, tiga jurusan terakhir.

"Geologi, pertambangan, dan perminyakan ini tidak usah ditanya. Biasanya, begitu masuk langsung bisa dapat gaji double digit," ungkap Ina.

"Namun, semua itu tidak cukup jika tidak memiliki soft skills yang baik. Jadi, jangan lupa kembangkan soft skills," tandasnya.

Menurut Oxford Dictionaries, soft skills adalah karakter pribadi yang memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan efektif dan harmonis dengan orang lain di sekitarnya

Editor :
Caroline Damanik

4 Tips Memilih Universitas yang Tepat untuk Studi

KOMPAS.com — Tempat Anda menimba ilmu akan memengaruhi sebagian besar kehidupan sosial dan profesional Anda di masa depan. Jadi, jangan salah menentukan keputusan mengenai institusi pendidikan yang tepat untuk diri Anda.

Seperti dikutip dari Telegraph, ada sejumlah petunjuk untuk membantu Anda menemukan universitas yang tepat untuk melanjutkan studi. Apa saja?

1. Kegiatan akademis dan non-akademis

Ketika memilih universitas, ingatlah satu hal bahwa kuliah tak cuma soal kegiatan akademis. Perhatikan pengalaman mahasiswa di suatu universitas.

Seperti menemukan tempat kursus yang sesuai dengan minat Anda, pastikan apa yang Anda perhatikan sesuai dengan harapan Anda. Jika Anda tak menyukai lingkungan atau budaya akademis di tempat tersebut, maka berpikirlah ulang karena Anda akan berada di situ 3-4 tahun ke depan.

Fasilitas akademis dan non-akademis yang ditawarkan juga perlu diperhatikan. Ada universitas dengan fasilitas akomodasi, akademis, dan hiburan yang berada di satu area. Di sini, Anda akan menghabiskan waktu untuk segala kegiatan yang terkait dengan status Anda sebagai mahasiswa. Tentu saja, Anda akan "dipaksa" lebih fokus dengan tanggung jawab Anda sebagai mahasiswa.

Jika Anda merasa agak sumpek dengan lingkungan universitas tersebut, Anda bisa memilih universitas di kota yang heterogen, tidak hanya ramai karena keberadaan institusi pendidikan. Selain itu, ada pula universitas yang fokus menempatkan Anda dalam komunitas akademis yang lebih intim.

2. Jarak dari tempat tinggal

Jarak dari rumah atau tempat tinggal sering diabaikan dalam memilih sebuah universitas. Jika Anda memang masih ingin tinggal di rumah atau pulang pada akhir pekan, pilihlah universitas yang tidak menghabiskan ongkos terlalu banyak.

Alternatif jika Anda ingin berkuliah jauh dari rumah orangtua adalah tinggal di rumah saudara, di asrama universitas atau nge-kos. Ingat, biaya hidup sehari-hari di luar ongkos tentu akan lebih besar daripada tinggal di rumah orangtua. Namun, jangan khawatir, kampus-kampus selalu menyediakan beasiswa untuk meringankan beban mahasiswa yang berprestasi.

3. Durasi studi

Masukkan durasi studi sebagai pertimbangan dalam memilih universitas yang dituju. Anda mau lulus dalam tiga atau empat tahun? Itu akan membuat Anda mempersiapkan diri pula sejak awal berkuliah.

Setiap universitas juga memiliki batas maksimal durasi yang berbeda bagi mahasiswanya untuk menyelesaikan studi. Setiap jurusan juga memiliki kecenderungan durasi kelulusan yang berbeda. Pertimbangkan hal ini sejak awal memilih dengan banyak bertanya.

Banyak universitas yang menawarkan studi akselerasi. Gelar sarjana bisa diambil hanya dalam waktu 3 tahun. Bahkan, sejumlah universitas di Eropa menawarkan program S-1 untuk ditempuh selama 2 tahun saja.

Keuntungannya, Anda bisa menghemat biaya hidup selama kuliah, cepat lulus, dan berpeluang memperoleh pekerjaan terlebih dahulu. Namun, jalur ini membuat Anda kehilangan waktu untuk mengembangkan ide, ketertarikan, dan kehidupan sosial di masa-masa usia kuliah.

Anda juga bisa memilih model kuliah sambil bekerja. Biasanya, Anda akan memiliki beban yang lebih besar untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu atau menempuh waktu studi yang lebih lama. Jika Anda ingin menempuh kuliah sambil bekerja, dedikasi dan disiplin yang tinggi wajib Anda miliki.

4. Kenali dengan baik

Jangan asal universitas negeri atau jangan asal kuliah. Jika Anda memutuskan ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, cobalah untuk melakukan riset kecil-kecilan mengenai universitas yang Anda tuju.

Jangan sekadar percaya dengan situs web perguruan tinggi tersebut atau rekomendasi-rekomendasi. Anda bisa datang langsung ke bagian konsultasi pendidikan universitas tersebut dan bertanya pada senior atau teman yang lebih dulu berkuliah di universitas tersebut.

Jika ada, Alan Jones, seorang pengembangan profesional dari UCAS, juga menyarankan para calon mahasiswa untuk menghadiri pameran pendidikan tinggi dan bertemu dengan staf universitas yang bersangkutan. Jones menegaskan, jangan malu-malu menghubungi universitas secara langsung dan mengajukan pertanyaan kepada mereka.


 

Sumber :
Editor :
Caroline Damanik



Mahasiswa dan TNI Ngaji Bareng Nasionalisme
di Masjid Unas PASIM





Bandung Apa jadinya bila mahasiswa, TNI, dan masyarakat ngaji bareng tentang Islam, Nasionalisme, dan HAM di masjid? Tentu menarik. Apalagi dengan hadirnya penceramah mantan ketua umum ormas Islam terbesar di Indonesia, NU, KH. Hasyim Muzadi, dan disiarkan langsung di televisi nasional.
Itulah acara “Damai Indonesiaku” TvOne pada Minggu (8/7/12) yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas, Kampus 2 Universitas Nasional PASIM, Jl. Dakota Sukaraja Bandung. Selain Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc, turut hadir Kepala Dinas Sejarah TNI AD Brigjen H. Marsono, SE dan Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono, S.IP, SE, MM.
Acara yang menghadirkan dai nasional KH. Hasyim Muzadi dan Ust. Zaki Mirza ini berlangsung dua sesi. Pagi mengambil tema “Islam dan Nasionalisme” yang akan tayang di televisi usai lebaran dan siangnya “Islam dan Hak Asasi Manusia” yang ditayangkan secara langsung.
Yang menarik, ratusan jamaah pengajian yang disiarkan TvOne ini dari latar belakang beragam. Selain mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum, hadir pula perwira dan prajurit TNI AD dan TNI AU berseragam. Hal ini tidak mengherankan, mengingat Pembina Unas PASIM adalah seorang jenderal TNI AD, Brigjen Marsono, dan ketua DKM Masjid Al-Ikhlas  adalah perwira TNI AU, Letkol Tek Ari Sujatmiko yang juga Komandan Skadron Pendidikan 302. Rektor Unas PASIM Prof Dr Mohammad Baharun, SH, MA menyampaikan bahwa acara ini terselenggara atas kerjasama Unas PASIM, DKM Al-Ikhlas, dan TNI AU.
Gubernur Jabar dalam sambutannya memotivasi  mahasiswa untuk tidak takut menjadi pengusaha dan orang kaya, agar bisa turut serta membangun bangsa dan negara. Sedangkan Ust. Zaki Mirza menyampaikan bahwa Rasulullah saw adalah teladan utama dalam penegakan Hak Asasi Manusia. Dan KH. Hasyim Muzadi mengingatkan bahwa di atas hukum ada yang lebih penting, yaitu akhlak, karena dengan akhlak itulah pengaturan dan penegakan hukum akan berjalan dengan baik dan benar. (sam)